Wednesday, February 18, 2015

Kepribadian Rasulullah SAW

Kepribadian sangat perlu diketahui dan dipelajari karena kepribadian sangat berkaitan erat dengan lingkungan sosial seseorang. Orang yang memiliki kepribadian sesuai dengan lingkungan sosialnya akan diterima dengan baik. Sebaliknya, jika kepribadian seseorang tidak sesuai dengan pola yang dianut oleh lingkungannya maka akan terjadi penolakan dari masyarakat. Contoh Kepribadian Rasulullah SAW sebagai pemimpin yang bisa kita teladani.

Mungkin kita pernah atau mungkin sering mendapat pengalaman ditolak dari lingkungan sosial kita. Bisa jadi itu dari kepribadian kita. Lantas kepribadian yang bagaimana yang dapat diterima secara universal dan langgeng dari waktu ke waktu.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik…(Q.S. Al-Ahzab :21). Kita diperbolehkan untuk “mencuri” sebagian atau bahkan dihalalkan untuk “mencuri” keseluruhan suri teladan yang Rasulullah miliki dan diimplementasikannya pada diri kita. Kepribadian Rasulullah SAW Insya Allah dapat dipastikan bisa diterima oleh pola lingkungan sosial manapun dan tidak lekang oleh waktu ataupun jaman.

Akhlak Nabi SAW adalah Al-Quran (H.R. Muslim) akhlaknya mulia, pemikirannya yang cemerlang, sikapnya yang bijak, dan perilakunya yang konstruktif, memberi dampak pada peningkatan kualitas pribadi dan pencerahan bagi kehidupan umat manusia hingga kini.

Beliau mengajak manusia menempuh jalan hidayah, jalan yang lurus, dan terang benderang. Ia mengajar manusia untuk memikirkan makna dan tujuan hidup. Apa yang harus dilakukan saat hidup dan apa yang akan dibawa setelah berakhir hidup. Ia mengajarkan hidup rukun dan toleransi dengan umat pemeluk agama lain. Dalam kepemimpinan sosial, politik, dan pemerintahan, Muhammad SAW juga sukses sebagai pemimpin suat bangsa dan umat. Kepribadian Rasulullah SAW sebagai pemimpin, inspirator dan motivator.

Perihal nilai-nilai kebenaran universal didalam pesan-pesan motivasi dan inspirasi dari Nabi SAW, antara lain tercermin dari pengakuan sejarahwan Thomas Caryle yang mengatakan “(Muhammad adalah) seorang laki-laki yang jujur dan setia. Jujur dalam perbuatan, perkataan, dan pemikirannya… Seorang laki-laki yang pendiam apabila tidak ada yang harus dikatakan, tetapi selalu bijak dan tulus apabila berbicara. Selalu mencerahkan setiap persoalan”.

Satu hal lagi yang tak boleh kita lupakan; Rasulullah SAW merupakan pembelajar sejati dan guru besar peradaban dunia. Dalam hal belajar, beliau bisa belajar dari mana saja selama membawa kebaikan, termasuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang menerpa hidupnya. Beliau mengajarkan mulianya ilmu dan urgensi illmu untuk mencapai kesuksesan dunia akhirat. Tidak lupa, beliau memotivasi dengan salah satu sabdanya, Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim (H.R. Ibnu Majah).

Anthony Robbins, motivator terkemuka menyarankan, seandainya kita menginginkan kehidupan lebih baik, carilah model-model hebat yang perilakunya dapat diikuti. Biarkan orang-orang ini menjadi standar atau tolak ukur (benchmark) dalam mengukur diri anda.

Selamat membaca, semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin

Sumber: Buku “Muhammad SAW The Greatest Inspirator & Motivator”

No comments:

Post a Comment